berita_315929_800x600_bbf_2016

Puteri Indonesia Tampil Anggun, Mewah dan Elegan dalam Balutan Batik Banyuwangi

Seorang gadis naik perlahan ke atas catwalk membawa selembar kain batik sepanjang 10 meter.

Sambil berlenggok-lenggok, kain batik sesekali menutupi tubuh gadis itu.

Dalam suasana gelap, tubuhnya hanya disorot sebuah lampu sehingga membuat ribuat mata menikmati keanggunannya.  Hangat, meski malam itu diguyur gerimis.

berita_315929_800x600_bbf_2016Suasana gelap perlahan terang dengan kehadiran Putri Indonesia yang menambah nuansa hangat di malam puncak Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2016, di Taman Blambangan Banyuwangi, Minggu (9/10/2016) malam.

Eksistensi batik Banyuwangi terlihat sangat tegas ketika Putri-putri Indonesia membawakan koleksi batik karya Priscilla Saputro.

Priscilla bersama Batik Nyonya Indo, mendesain khusus batik dengan nama koleksinya, Flora Universa, untuk BBF tahun ini.

“Flora Universa merupakan sebuah persembahan estetika busana berbasis tradisi sebagai respon positif kepada Banyuwangi,” kata Priscilla.

Putri Indonesia 2016 Kezia Roslin Cikita kian menambah anggun batik Banyuwangi. Kezia tampil elegan dengan gaun malam karya Priscila. Mengenakan batik Sekar Jagad Blambangan warna merah, berpadu dengan aplikasi kristal swarovsky, kian menonjolkan kesan mewah nan elegan.

Penampilan Keiza terlihat semakin sempurna dengan kilauan permata di mahkotanya.

Selain Kezia, Putri Pariwisata Intan Aletrino dan finalis Putri Indonesia 2016 Belda Amelia, juga ikut meramaikan catwalk BBF 2016 dengan busana yang sama, berwarna warna hijau dan biru.

Karya Priscilla merupakan beragam motif Banyuwangi menjadi satu di selembar kain. Priscilla memilih garis-garis tegas yang tidak terlalu kompleks pada kerah, menjadi aksen yang menghidupkan kesan anggun dan penuh wibawa.

Priscilla mengatakan, usai gelaran BBF Presiden Indonesia Fashion Chamber (IFC), Ali Charisma, berencana akan membawa batik Banyuwangi dalam ajang peragaan busana prestisius, who next ‘s Paris. “Rencananya Februari 2017, kaMI akan bawa batik Banyuwangi ke sana,” ujarnya.

BBF tahun ini mengambil tema Sekar Jagad Blambangan, penggambaran tunggal tentang apa-apa yang indah dari daerah yang dulunya Kerajaan Blambangan itu.

Selain karya Pricilla, batik Banyuwangi ditampilkan menawan oleh pelaku Industri Kecil Menengah (IKM), perancang lokal (Shanet Sabintang) dan desainer nasional.

Desain- desain busana batik yang tampil di atas panggung BBF 2016 menunjukkan perkembangan kreativitas yang luar biasa dari para pelaku IKM dan desainer lokal.

Memasuki tahun keempat, BBF telah mampu menjadi pengungkit traffic wisatawan, sekaligus menjadikan batik Banyuwangi sebagai identitas daerah.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf yang berkesempatan menyaksikan langsung even BBF mengatakan UNESCO mengakui batik sebagai warisan budaya tak benda, sehingga harus dilindungi keaslian dan proses membatiknya.

“Pernah ditemukan salah satu motif batik yang dicetak oleh merek terkenal. Padahal produk bisa dikatakan batik jika prosesnya dilakukan tulis dan cap,” ujarnya.

BBF ini kata Triawan, merupakan ajang untuk menunjukkan kecintaan terhadap batik serta melestarikan budaya untuk anak cucu.

“Pelaksanaan BBF wujud kecintaan budaya lokal dalam menggugah generasi pembatik untuk meningkatkan daya saing di bidang fesyen kita,” ujarnya.

Pagelaran BBF diihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, M Basoeki Hadi Moeljono, Ketua DPR RI Ade Komarudin. BBF juga semakin meriah dengan kehadiran penyanyi berdarah Banyuwangi, Denada Tambunan dan Danang yang melejit lewat ajang D-Academia.

Source: surabaya.tribunnews.com/2016/10/10/puteri-indonesia-tampil-anggun-mewah-dan-elegan-dalam-balutan-batik-banyuwangi